Senin, 02 Desember 2013

Makalah Implementasi Keperawatan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Proses keperawatan sebagai alat bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien memiliki arti penting bagi kedua belah pihak yaitu perawat dan klien. Sebagai seorang perawat proses keperawatan dapat digunakan sebagai pedoman dalam pemecahan masalah klien, dapat menunjukkan profesi yang memiliki profesionalitas yang tinggi, serta dapat memberikan kebebasan kepada klien untuk mendapatkan pelayanan yang cukup sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat dirasakan manfaatnya baik dari perawat maupun klien, manfaat tersebut antara lain dapat meningkatkan kemandirian pada perawat dalam melaksanakan tugasnya karena didalam proses keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan yang berupa langkah-langkah proses keperawatan, akan dapat meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas, karena klien akan merasakan kepuasan setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan, akan dapat selalu meningkatkan kemampuan intelektual dan teknikal dalam tindakan keperawatan karena melalui proses keperawatan dituntut mampu memecahkan masalah yang baru sesuai dengan masalah yang dialami klien, sehingga akan timbul perasaan akan kepuasan kerja.
Dengan proses keperawatan, rasa tanggung jawab dan tanggung gugat bagi perawat itu dapat dimiliki dan dapat digunakan dalam tindakan-tindakan yang merugikan atau menghindari tindakan yang legal. Semua tatanan perawatan kesehatan secara hukum perlu mencatat observasi keperawatan, perawatan yang diberikan, dan respons pasien.
Berfungsi sebagai alat komunikasi dan sumber untuk membantu dalam menentukan keefektifan perawatan dan untuk membantu menyusun prioritas keperawatan berkesinambungan.
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah  yang dapat kami kaji dalam makalah ini diantaranya:
1.      Apa yang dimaksud dengan implementasi?
2.      Bagaimana tahap-tahap implementasi?
3.      Bagaimana pendekatan tindakan?
4.      Bagaimana prinsip implementasi?

C.    Tujuan Penulisan
Dalam pembuatan tugas ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu:
1.      Untuk mengetahui pengertian implementasi
2.      Untuk mengetahui tahap-tahap implementasi
3.      Untuk mengetahui pendekatan tindakan
4.      Untuk mengetahui prinsip implementasi
D.    Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.      Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.
2.      Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Implementasi Keperawatan
1.      Pengertian Implementasi
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter & Perry, 1997).
Implementasi adalah pelaksanaan dari rencana intervensi untuk mencapai tujuan yang spesifik (Iyer et al., 1996). Tahap implementasi dimulai setelah rencana intervensi disusun dan ditujukan pada nursing order untuk membantu klien dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
2.      Tahap-tahap Implementasi
a.       Tahap I: Persiapan
Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut perawat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam tindakan. Meliputi :
1) Review tindakan keperawatan yang diidentifikasi pada tahap perencanaan
2) Menganalisa pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang diperlukan
3) Mengetahui komplikasi dari tindakan keperawatan yang mungkin timbul
4) Menentukan dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan
5) Mempersiapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan tindakan
6) Mengidentifikasi aspek hukum dan etik terhadap resiko dari potensi tindakan
b. Tahap II: Intervensi
Fokus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan ini meliputi :
1) Independen adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat tanpa petunjuk dan perintah dari doktek atau tenaga kesehatan lainnya. Tipe tindakan independen keperawatan dapat dikatagorikan menjadi 4, yaitu tindakan diagnostik, tindakan terapeutik, tindakan edukatif, dan  tindakan merujuk.
2) Interdependen menjelaskan suatu kegiatan yang memelukan suatu kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya,misalnya tenaga sosial, ahli gizi, fisioterapi dan dokter.
3) Dependen ini berhubungan dengan pelaksanaan rencana tindakan medis. Tindakan tersebut menandakan suatu cara dimana tindakan medis dilaksanakan.
c. Tahap III: Dokumentasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan. Ada 3 tipe sistem pencatatan yang digunakan pada dokumentasi :
1) Sources-Oriented records
2) Problem-Oriented records
3) Computer-Assissted records
Menurut Wilkinson (2007) implementasi yang bisa dilakukan oleh perawat terdiri dari:
a.       Do (melakukan), implementasi pelaksanaan kegiatan dibagi dalam beberapa kriteria yaitu:
1)      Dependen Interventions: dilaksanakan dengan mengikuti order dari pemberi perawatan kesehatan lain.
2)      Collaborative (interdependen): interpensi yang dilaksanakan dengan professional kesehatan lainnya.
3)      Independent (autonomous) Intervention: intervensi dilakukan dengan melakukan nursing orders dan sering juga digabungkan dengan order dari medis
b.      Delegate (mendelegasikan): pelaksanaan order bisa didelegasikan hanya saja ada beberapa tanggung jawab yang perlu dicermati oleh pemberi delegasi yaitu apakah tugas tersebut tepat untuk didelegasikan, apakah komunikasi tepat dilakukan, dan apakah ada supervise atau pengecekan aktivitas yang didelegasikan.
c.       Record (mencatat), pencatatan bisa dilakukan dengan berbagai format tergantung pilihan dari setiap institusi.
3.      Pendekatan Tindakan
Dalam implementasi tindakan keperawatan memerlukan beberapa pendekatan, antara lain:
a.       Individualitas klien, dengan mengkomunikasikan makna dasar dari suatu implementasi keperawatan yang akan dilakukan.
b.      Melibatkan klien dengan mempertimbangkan energi yang dimiliki, penyakitnya, hakikat stressor, keadaan psiko-sosio-kultural, pengertian terhadap penyakit dan intervensi.
c.       Pencegahan terhadap komplikasi yang mungkin terjadi.
d.      Mempertahankan kondisi tubuh agar penyakit tidak menjadi lebih parah serta upaya peningkatan kesehatan.
e.       Upaya rasa aman dan bantuan kepada klien dalam memenuhi kebutuhannnya.
f.       Penampilan perawat yang bijaksana dari segala kegiatan yang dilakukan kepada klien.
4.      Prinsip Implementasi
Beberapa pedoman atau prinsip dalam pelaksanaan implementasi keperawatan (Kozier et al,. 1995) adalah sebagai berikut:
a.       Berdasarkan respons klien.
b.      Berdasarkan ilmu pengetahuan, hasil penelitian keperawatan, standar pelayanan professional, hukum dan kode etik keperawatan.
c.       Berdasarkan penggunaan sumber-sumber yang tersedia.
d.      Sesuai dengan tanggung jawab dan tanggung gugat profesi keperawatan.
e.       Mengerti dengan jelas pesanan-pesanan yang ada dalam rencana intervensi keperawatan.
f.       Harus dapat menciptakan adaptasi dengan klien sebagai individu dalam upaya meningkatkan peran serta untuk merawat diri sendiri (Self Care).
g.      Menekankan pada aspek pencegahan dan upaya peningkatan status kesehatan. Dapat menjaga rasa aman, harga diri dan melindungi klien.
h.      memberikan pendidikan, dukungan dan bantuan.
i.        Bersifat holistik.
j.        Kerjasama dengan profesi lain.
k.      Melakukan dokumentasi




















BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Evaluasi status pasien merupakan bagian terpenting dalam proses keperawatan. Hasil yangditetapkan secara jelas akan mengarahkan bagaimana dan kapan evaluasi pencapaian hasil yangdiharapkan harus dilakukan, dan menjadi kerangka kerja untuk pendokumentasian.
Saat ini banyak digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja staf keperawatan dan dasar perbandingan dengan lembaga pelayanan kesehatan lainnya. Lingkup pendokumentasian penyuluhan pasien sudah disebarluaskan dengan mendokumentasikan pasien, keluarga atau keduanya sudahmemahami penyuluhan yang diberikan.
B.     Saran
Setelah membaca makalah ini,diharapkan ada kritik dan saran yang dapat membangun sehinggakami dapat menyempurnakan makalah kami.


















DAFTAR PUSTAKA
Nursalam.2008.Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktik.Surabaya: Salemba Medika
(Diakses pada tanggal 7 November 2012)
(Diakses pada tanggal 7 November 2012)

(Diakses pada tanggal 7 November 2012)Makalah Implementasi Keperawatan

1 komentar: