Kamis, 21 November 2013

Makalah Diagnosa Keperawatan

Makalah Diagnosa Keperawatan

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Setelah menyelesaikan pengkajian keperawatan, perawat melanjutkan pada diagnosa keperawatan,yang merupakan penilaian klinis tentang respons individu,keluarga,atau kamunitas terhadap masalah kesehatan aktual atau potensial atau proses kehidupan.diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawat mempunyai lisensi dan kompeten untuk mengatasinya.
Kerusakan integritas kulit yang berhubungan dengan imobilitas dan potensial terhadap infeksi yang berhubungan dengan masukan nutrisi yang berkurang baik adalah contoh dari diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan memberikan dasar untuk pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi  tanggung gugat perawat(NANDA,1990; Carpenito,1993). Hasil dan intervensi dipilih dalam kaitannya dengan diagnosa keperawatan tertentu (McCloskey & Bulechek,1992). Alasan untuk merumuskan diagnosa keperawatan setelah menganalisis data pengkajian adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang melibatkan klien dan keluarganya dan untuk memberikan arah asuhan keperawatan.pernyataan diagnosa keperawatan adalah hasil dari proses diagnostik selama perawat menggunakan pemikiran kritis, diagnosa kepearawatan dikembangkan untuk klien,keluarga, atau komunitaas dan mencakup data fisik perkembangan, intelektual, emosi, sosial dan spiritual yang didapapatkan selama pengkajian.
B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah  yang dapat kami kaji dalam makalah ini diantaranya:
1.      Apa yang dimaksud dengan diagnosa keperawatan?
2.      Bagaimana merumuskan diagnosa keperawatan?
3.      Bagaimana standar diagnosa keperawatan: NANDA?
4.      Bagimana perbedaan diagnosa medis dengan diagnosa keperawatan?
5.      Apa hal-hal yang mempengaruhi penetapan prioritas masalah?
C.    Tujuan Penulisan
Dalam pembuatan tugas ini, adapun tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu:
1.      Untuk mengetahui pengertian diagnosa keperawatan
2.      Untuk mengetahui cara merumuskan diagnosa keperawatan
3.      Untuk mengetahui standar diagnosa keperawatan: NANDA
4.      Untuk mengetahui perbedaan diagnosa medis dengan diagnosa keperawatan
5.      Untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi penetapan prioritas masalah
D.    Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.   Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas
2.   Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet






















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menguraikan respon aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawata mempunyai izin dan berkompeten untuk mengatasinya. Respons actual dan potensial klien didapatkan dari data dasar pengkajian, tinjauan literature yang berkaitan, catatan medis klien masa lalu, dan konsultasi dengan professional lain, yang kesemuanya dikumpulkan selama pengkajian. Hal terkahir adalah, respon actual atau potensial klien yang membutuhkan intervensi dari domain prkatik keperawatan (Carlson et al, 1991; Carpenito, 1995).
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyatan yang menjelaskan respon manusia dari individu atau kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah, dan merubah. ( Corpetino, 2004)
 Diagnosa keperawatan adalah cara mengidentikasi, memfokuskan dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respon terhadap masalah actual dan resiko tinggi. Labil diagnosa keperawatan memberi format untuk mengekspresikan bagian identifikasi masalah dari proses keperawatan.
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan yang actual dan potensial. Diagnosa keperawatan memberikan dasar pemilihan intervensi keperawatan untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat.
B.     Merumuskan Diagnosa Keperawatan
Perumusan diagnosa keperawatan didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien. Bila data pengkajian mulai menunjukan masalah, perawat diarahkan pada pemilihan diagnosa keperawatan yang sesuai.
Diagnosa keperawatan menurut Carpentio (2000) dapat dibedakan menjadi 5 kategori:
1.      Aktual
Menjelaskan maslah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang ditemukan.
Syarat:
Menegakkan diagnosa keperawatan aktual harus ada unsur PES. Syindrom (S) harusmemenuhi kriteria mayor (80%-100%) dan sebagai kriteria minor dari pedoman diagnosaNANDA.
Misalnya, ada data: muntah, diare, dan turgor jelek selama 3 hariDiagnosa: Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan kehilangan cairan secaraabnormal (Taylor, Lilis & LeMone, 1988, p. 283).
2.      Resiko
Menjelaskan masalah kesehatan yang nyata akan terjadi jika tidak dilakukan intervensi (Keliat,1990)
Syarat:
Menegakkan resiko diagnosa keperawatan adanya unsur PE (problem dan etiologi).
Penggunaan istilah ” resiko dan resiko tinggi” tergantung dari tingkat keparahan / kerentanan
terhadap masalah.Diagno
sa:”Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan diare yang terus menerus”.
3.      Kemungkinan
Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatankemungkinan. Pada keadaan ini masalah dan faktor pendukung belum ada tapi sudah ada faktoryang dapat menimbulkan masalah (Keliat, 1990).
Syarat:
Menegakkan kemungkinan diagnosa keperawatan adanya unsur respon (Problem) danfaktor yang mungkin dapat menimbulkan masalah tetapi belum ada.Diagnosa: Kemungkinan gangguan konsep diri: rendah diri/ terisolasi berhubungan dengankonsep diri.
4.      Keperawatan wellness
Diagnosa keperawatan wellnees (sejahtera) adalah keputusan klinik tentang keadaan individu,keluarga, dan atau masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ke tingkat sejahterayang lebih tinggi. Ada 2 kunci yang harus ada:
a. Sesuatu yang menyenangkan pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi
b. Adanya status dan fungsi yang efektif
5.      Keperawatan Sindrom
Terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang diduga akan tampak karena suatu kejadian atau situasi tertentu. NANDA telah menyetujui dua diagnosa keperawatan sindrom yaitu “Sindrom trauma perkosaan” dan “Risiko terhadap sindrom disuse” (Carpenito, 1997).
C.    Standar Diagnosa Keperawatan: NANDA
1.      Domain 1  promosi kesehatan
2.      Domain 2 nutrisi
3.      Domain 3 eliminasi dan pertukaran
4.      Domain 4 aktivitas -  istirahat
5.      Domain 5 persepsi – kognisi
6.      Domain 6 persepsi diri
7.      Domain 7 hubungan peran
8.      Domain 8 seksualitas
9.      Domain 9 koping/toleransi stress
10.  Domain 10 prinsip-prinsip hidup
11.  Domain 11 keamanan/perlindungan
12.  Domain 12 kenyamanan
13.  Domain 13 pertumbuhan/perkembangan
D.    Perbedaan Diagnosa Medis dengan  Keperawatan
Diagnosa keperawatan berfokus pada dan mengidentifiksai kebutuhan keperawatan dari klien (Gordon,1994). Diagnosa keperawatan mencerminkan tingkat kesehatan atau respons terhadap penyakit atau proses patologis,status emoisonal, fenomena sosiokultural, atau tahap perkembangan. Diagnosis medis secara menonjol mengidentifikasi status penyakit spesifik. Fokus medis adalah pada diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit
Diagnosa medis secara menojol mengidentifikasi status penyakit spesifik.fokus medis adalah pada diagnosis atau pengobatan terhadap penyakit.diagnosis medis dan diagnosis keperawatan dikembangkan menggunakan dasar data pengkajian.namun demikian ,data dasar keperawatan adalah global,dan mencakup suatu pengkajian mendalam dari dimensi fisiologis,psikologis,sosiokultural,perkembangan dan spiritual klien.
Diagnosa medis
Diagosa keperawatan
1.      Focus : factor-faktor pengobatan
Focus : reaksi/respon klien terhadap  tindakan keperawatan dan tindakan medis lainnya
2.      Orientasi pada patologis
Orientasi pada kebutuhan dasar individu
3.      Cenderung mulai sakit sampai sembuh
Berubah sesuai perubahan respon klien
4.      Mengarah pada tindakan medis yang sebagian dilimpahkan kepada perawat
Mengarah kepada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan dan evaluasi
5.      Diagnosa medis melengkapi diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan melengkapi diagnosa medis

Tabel 1. Perbedaan Diagnosa Medis dengan Diagnosa Keperawatan

E.     Hal-Hal yang Mempengaruhi Penetapan Prioritas Masalah
Menyusun prioritas sebuah diagnosa keperawatan hendaknya diurutkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan utama klien, dengan kategori:
1.      Berdasarkan tingkat kegawatan
a.       Keadaan yang mengancam kehidupan.
b.      Keadaan yang tidak gawat dan tidak mengancam kehidupan.
c.       Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan.
2.      Berdasarkan kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologis,kebutuhan keamanan dan keselamatan,kebutuhan mencintai dan dicintai,kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri.
3.      Berdasarkan sarana/sumber yang tersedia,














BAB III
PENUTUP
                              
A.    Simpulan
Diagnosa keperawatan memberikan dasar intervensi yang menjadi tanggung gugat perawat. Perumusan diagnosa keperawatan atau bagaimana diagnosa keperawatan digunakan dalam proses pemecahan masalah. Untuk memudahkan dalam membuat diagnosa keperawatan harus diketahui tipe diagnosa keperawatan yang meliputi, aktual, resiko tinggi / resiko kemungkinan, sejatera dan sindrom.
B.     Saran
Kami berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar (media dan berita) yang terkait dengan materi ini. Dengan demikian belajar dokumentasi menjadi pembelajaran yang menarik, kreatif dan berwibawa.



















DAFTAR PUSTAKA

Potter & Perry.2005.Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik.Jakarta: EGC
NANDA Internasional.2010.Diagnosis Keperawatan Definisi Dan Klasifikasi 2009-2011.Jakarta: EGC
(Diakses pada tanggal 6 November 1994)
(Diakses pada tanggal 6 November 2012)

1 komentar: