Kamis, 21 November 2013

Makalah Dinamika Kelompok



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pentingnya kelompok bagi kehidupan manusia bertumpu pada kenyataan bahwa manusia adalah makhluk sosial dimana manusia tidak dapat hidup sendirian. Dalam perjuangan hidupnya, guna memenuhi kebutuhan hidup, kelompok manusia tidak terlepas dari interaksinya dengan manusia lain disekelilingnya. Sejak dilahirkan ke dunia sampai meninggal dunia, manusia selalu terlibat dalam interaksi, artinya tidak terlepas dari kelompok.
Di dalam kelompok ini proses sosialisasi berlangsung, sehingga manusia menjadi dewasa dan mampu menyesuaikan diri. Dengan demikian, hamper dari seluruh waktu dalam kehidupan sehari-hari dihabiskan melalui interaksi dalam kelompok, dididik dalam kelompok, belajar di dalam kelompok, bekerja di dalam kelompok, bermain-main di dalam kelompok, dan seterusnya dengan adanya berbagai kegiatan di dalam kelompok tersebut maka dalam seluruh kehidupannya, manusia menghabiskan waktunya dalam seluruh kehidupannya, manusia menghabiskan waktunya dalam berbagai keanggotaan pada berbagai jenis kelompok. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pada setiap perkembangannya, manusia membutuhkan kelompok.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, masalah  yang dapat kami kaji dalam makalah ini diantaranya:
1.      Bagaimana cara mengindentifikasikan kelompok?
2.      Bagaimana pertumbuhan kelompok?
3.      Bagaimana proses dan dinamika kelompok?

1.3  Tujuan Penulisan
Dalam pembuatan tugas ini, ada tujuan yang hendak dicapai penulis yaitu:
1.      Untuk mengetahui cara mengindentifikasikan kelompok
2.      Untuk mengetahui pertumbuhan kelompok
3.      Untuk mengetahui proses dan dinamika kelompok


1.4  Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.   Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.
2.   Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet.















BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Cara Mengidentifikasikan Kelompok
Cara mengidentifikasikan kelompok berdasarkan beberapa hal berikut
1.      Berdasarkan persepsi
2.      Berdasarkan motivasi
3.      Berdasarkan tujuan
4.      Berdasarkan organisasi
5.      Berdasarkan interdependensi
6.      Berdasarkan interaksi
2.2 Pertumbuhan Kelompok
Mills menjelaskan bahwa pertumbuhan pengertiannya “bukan penambahan dalam keanggotaan” tetapi penambahan kapabilitas-kapabilitas untuk mempertemukan kemungkinan permintaan dalam tingkatan yang lebih luas.
Mills menyarankan seperangkat indikator pertumbuhan kelompok sebagai berikut:
1.      Adaptasi
a.       Menjadi lebih terbuka dalam menerima penambahan informasi dari dunia luar
b.      Kapasitas memperluas lingkup kontak kelompok dan obligasinya
c.       Kapasitas untuk mengalihkan kebisaaan kelompok, aturan teknik dalam mengakomodasikan informasi baru
2.      Pencapaian Tujuan
a.       Kapastias untuk menunda tujuan yang telah ditetapkan karena ada alternatif yang dipertimbangkan.
b.      Kapasitas untuk perubahan atau penambahan tujuan-tujuan baru.
3.      Integrasi
a.       Kapasitas untuk membedakan kedalam sub-sub bagian karena pemeliharaan gabungan kolektif
b.      Kapasitas untuk mengekspor sumber tanpa menjadikan kemiskinan dan untuk mengirim utusan tanpa meninggalkan loyalitasnya
4.      Pola Pemeliharaan dan Perluasan
a.       Kapasitas untuk menerima anggota-anggota baru mentransmisikan mereka untuk kultur dan kemampuan kelompok
b.      Kapasitas untuk mempromosikan permanen dalam pengalaman kelompok serta teknik penyampaiannya kepada kelompok lain dan generasi berikutnya. (Bertrand, 1974: 164-165)
Perkembangan kelompok sebenarnya banyak dikemukakan oleh para ahli. Clark (1994) mengemukakan perkembangan kelompok ke dalam tiga fase, yaitu:
a.       Fase orientasi
Individu masih mencari/dalam proses penerimaan dan menemukan persamaan serta perbedaan satu dengan lainnya. Pada tahap ini belum dapat terlihat sebagai kesatuan kelompok, tapi masih tampak individual.     
b.      Fase bekerja
Anggota sudah mulai merasa nyaman satu dengan lainnya, tujuan kelompok mulai ditetapkan. Keputusan dibuat melalui mufakat daripada voting. Perbedaan yang ada ditangani dengan adaptasi satu sama lainnya dan pemecahan masalah daripada dengan konflik. Ketidaksetujuan diselesaikan secara terbuka.
c.       Fase terminasi
Fokus pada evaluasi dan merangkum pengalaman kelompok. Ada perubahan perasaan dari sangat frustasi dan marah menjadi sedih atau puas, tergantung pada pencapaian tujuan dan pembentukan kelompok (kesatuan kelompok)
Perkembangan kelompok  dapat ditunjang oleh bagaimana komunikasi dalam kelompok. Perkembangan kelompok dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:
  1. Tahap pra afiliasi
Merupakan tahap permulaan dengan diawali adanya perkenalan dimana semua individu akan saling mengenal satu dengan yang lain, kemudian berkembang menjaadi kelompok yang sangat akrab dengan mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota.
  1. Tahap Fungsional
Tahap ini tumbuh ditandai adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain, tercipta homogenitas, kecocokan dan kekompakan dalam kelompok. Maka akan terjadi pembagian dalam menjalankan fungsi kelompok.
  1. Tahap Disolusi
Tahap ini terjadi apabila keanggotaan kelompok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan lagi dalam kelompok, tidak tercipta kekompakan karena perbedaan pola hidup, sehingga percampuran yang harmonis tidak terjadi dan akhirnya terjadi pembubaran kelompok.
2.3 Proses dan Dinamika Kelompok
      Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggabarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah. Dinamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
·         Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
·         Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesame anggot kelompok
·         Meninggalkan adanya i’tikad yang baik diantara sesame anggota kelompok
Proses dinamika kelompok mulai dari ndividu sebagai pribadi yang masuk kedalam kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai mencair, proses ini disebut sebagai “ice breaking”. Ice breaking adalah padanan dua kata Inggris yang mengandung makana ‘memecah es’. Dalam kelomok ice breaking ditujukan untuk menghilangkan kebekuan-kebekuan diantara individu-individu dalam satu kelompok sehingga mereka saling mengenal, mengerti dan bisa saling berinteraksi dengan baik antara satu dengan yang lainnya.  Setelah saling mengenal, dimulailah berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut “storming”. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada proses ini individu mengalami “forming”. Dalam setiap kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota kelompok, proses ini disebut “norming”. Dimana tahapan norming terdiri dari peran (role), norma, hubungan antar anggota. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut “performing”.
Pentingnya dinamika kelompok dikarenakan individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat, individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupan. Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik masyarakat yang demoksratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif.








BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut.
1.       Cara mengidentifikasikan kelompok berdasarkan persepsi, berdasarkan motivasi, berdasarkan tujuan, berdasarkan organisasi, berdasarkan interdependensi, berdasarkan interaksi
2.      Seperangkat indikator pertumbuhan kelompok diantaranya adaptasi, pencampaian tujuan, integrasi, pola pemeliharaan dan perluasan.
3.      Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok melalui proses ice breaking, storming, forming, norming, performing.
3.2  Saran
Pentingnya dinamika kelompok dikarenakan individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat, individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupan. Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik masyarakat yang demoksratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif. Dinamika kelompok menjadi bahan persaingan dari para ahli psikologi, ahli sosiologi, ahli psikologi sosial, maupun ahli yang menganggap dinamika kelompok sebagai eksperimen. Hal tersebut membawa pengaruh terhadap pendekatan-pendekatan yang ada dalam dinamika kelompok.




DAFTAR PUSTAKA

Huraerah, Abu,dkk.2005. Dinamika Kelompok. Bandung: Rafika Aditama
Fallen, R,dkk.2009.Catatn Kuliah Keperawatan Komunitas.Yogyakarta: Nuha Medika



Makalah Dinamika Kelompok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar